Ratusan Siswa Alami Keracunan MBG, Yayasan Diminta Segera Evaluasi
BERITAZONA24.COM, DUMAI – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SDN 13 & SDN 015 Buluh Kasap Dumai, pada hari kamis (13/08)
Informasi yang dihimpun menyebutkan sekitar ratusan siswa mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG dan puluhan siswa telah dibawa ke RSUD dr. Suhatman untuk mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah korban dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti sakit perut, muntah-muntah dan kondisi fisik yang melemah.
Informasi yang diterima dilapangan makanan untuk anak anak SD yang dibagikan secara gratis tersebut berasal dari salah satu dapur MBG di Kelurahan Buluh Kasap, yaitu Yayasan Mahuddun Untuk Negeri.
Pantauan di lapangan para orang tua dan masyarakat berdatangan ke sekolah tersebut untuk melarikan anak anak SD tersebut ke RSUD Dr Suhatman. Sebagian lagi ada mendapatkan penanganan di sekolah oleh tenaga medis. Sementara ambulans di siagakan di sekolah tersebut. Terlihat anak anak dalam kondisi lemah menahan sakit karena muntah muntah terbaring di lantai sekolah. Beberapa orang tua mengungkapkan menu hari yang disajikan oleh dapur MBG tersebut berupa bakso.
Salah satu orang tua murid ketika ditemui awak media mengatakan, meminta pemko Dumai dan pihak berwenang lainnya segera evaluasi dan mengusut kasus ini secara tuntas.
"Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, dan kami minta Pemko Dumai dan pihak berwenang lainnya melakukan evaluasi terhadap dapur MBG yang terindikasi bermasalah, kalo perlu menutup dan mencabut izin dapur MBG yang tidak layak beroperasi sebelum ada korban jiwa atau musibah keracunan makanan kembali terjadi" ujar Yeni, salah satu orang tua siswa yg menjadi korban keracunan MBG.
Di sisi lain, Yayasan Mahuddun Untuk Negeri selaku mitra penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 13 dan SDN 15 Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, menyampaikan permintaan maaf atas dugaan keracunan masal yang menimpa puluhan siswa usai menyantap makanan yang dibagikan pada Kamis (13/08). Pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
Koordinator Legal dan Humas Yayasan Mahuddun Untuk Negeri, Yonfen Hendri, SH, menjelaskan pihaknya hingga kini belum dapat dipastikan makanan yang disajikan menjadi penyebab keracunan, karena masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Pertama, kami meminta maaf atas musibah ini. Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” jelas Yonfen Hendri saat dikonfirmasi, Kamis (13/08).
Lebih lanjut, terang Yonfen Hendri, sembari menunggu hasil laboratorium keluar, pihaknya akan melakukan koordinasi dan pengumpulan data secara internal.
“Kita akan koordinasi dengan penanggung jawab dapurnya dan internal Yayasan sehingga diharapkan nanti diketahui secara menyeluruh faktor penyebabnya. Jika hasil laborotorium keluar dan data yang diperoleh cukup, kita akan jelaskan sejelas-jelasnya ke publik,” ujar Yonfen Hendri.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para murid dan guru tersebut masih perlu menunggu hasil pemeriksaan medis serta investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi. Karena itu, kejadian ini untuk sementara disebut sebagai dugaan keracunan makanan dan belum dapat disimpulkan sebagai keracunan akibat MBG sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. Perkembangan kondisi para korban serta hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit dan instansi terkait masih menunggu informasi resmi lebih lanjut.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Mukhlis Suzantri, S.Hut.T,M.T., saat diminta tanggapannya menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan dugaan keracunan makanan di SDN 13 dan SDN 15 berasal dari MBG. Namun untuk memastikan itu, pihaknya sudah mengambil sampel makanan dari MBG itu.
“Sampel makanan dari program MBG itu sudah diambil Dinas Kesehatan Kota Dumai dan dibawa ke laboratorium Pekanbaru. Kita menunggu hasilnya. Namun yang jelas, Kami dari Dinas Pendidikan secepat mungkin menangani ataupun membantu Kepala Sekolah atau guru-guru untuk memastikan anak-anak yang terkena keracunan ini ke rumah sakit,” jelas Mukhlis Suzantri. *** (red)
Komentar Via Facebook :